Senin, 12 Desember 2011

Di Balik Kehidupan Segara Anakan

Hamparan luas berupa perpaduan antara air dengan hutan mangrove di kawasan Cilacap itu oleh masyarakat sekitar disebut dengan Segara Anakan. Membujur luas dari Nusakambangan - Cilacap hingga desa Ujung Parit di daerah Cilacap. Segara Anakan merupakan sebuah ekosistem yang membentuk sebuah paduan alam yang menarik, baik secara pola kehidupan, ekosistem atau bahkan bentangan alamnya. Segara Anakan merupakan Laguna yang unik di pantai selatan Pulau Jawa dengan ekosistem rawa bakau (mangrove) yang memiliki komposisi dan stuktur hutan terlengkap di Pulau Jawa. Berbagai komponen sumber daya hayati berupa flora, habitat berbagai jenis fauna, betang alam daratan dan bentang alam perairan yang beinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk suatu kesatuan ekosistem alami. Segara Anakan bagi masyarakat sekitar berfungsi sebagai sumber mata pencaharian mereka. Salah satu yang paling dibutuhkan adalah jasa transportasi terutama dari sekitar kota CIlacap - Nusakambangan - Ujung Parit.

Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket

Minggu, 04 Desember 2011

Pelebon Ceremony of Anak Agung Niang Rai

On Thursday, the 18th of August 2011, held the Pelebon ceremony of Anak Agung Niang Rai of Puri Agung ubud. She is the wife of Tjokorda Gde Agung Sukawati, penglingsir or head of royal family of Puri Agung Ubud since 1931 until 1978 and known as "The king of Ubud"

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Kamis, 19 Mei 2011

before 22:30 [ climax ]

hari yang ditunggu banyak orang itupun telah tiba

sebuah hari dimana kehidupan akan dimulai

perasaan seperti itu seperti halnya ketika menonton sebuah klimaks Armagedon yang menanti pesawat luar angkasa untuk lepas landas

detik demi detik, menit demi menit waktu demi waktu

pagi berangsur perlahan menuju malam

dua belas jam bukanlah waktu singkat

menahan semua hasrat demi kelancaran sebuah kehiduapn

keriangan, kegembiraan dan kegelisahan nampak terpancar dari siapapun yang ada dalam ruangan tak berjendela tersebut

hanya ditemani korden biru dan kasur - kasur kosong yang tak berpenghuni

satu per satu orang datang dan pergi memberikan semangat dan pengharapan

lelah dan terus menanti, hanya itulah yang bisa dilakukan untuk menuju 22:30

congratz to: Prasetio Wijaksono and Christina Wulandari

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket